Mouth taping, plester mulut saat tidur: tren media sosial — manfaat, risiko, dan kesimpulan jujur

Redaksi blog ·

Pria muda tidur tenang menyamping di kamar yang terang — mouth taping atau bernapas lewat hidung secara alami

Mouth taping — menutup mulut dengan plester saat tidur — dianjurkan blogger, atlet, dan selebritas: dengkur berkurang, tidur lebih nyenyak, "rahang lebih tegas". Kami melihat apa yang sebenarnya ditunjukkan penelitian, bagi siapa tren ini bisa berbahaya, dan bagaimana belajar bernapas lewat hidung saat tidur dengan lebih aman.

Tanya jawab

Untuk apa mouth taping dilakukan?
Idenya memaksa diri bernapas lewat hidung saat tidur: pendukung tren menjanjikan dengkur berkurang, mulut tidak kering, dan tidur lebih nyenyak. Bernapas lewat hidung memang bermanfaat, tetapi plester itu sendiri belum terbukti bermanfaat bagi kebanyakan orang.
Apakah boleh plester mulut saat tidur — apakah berbahaya?
Bagi sebagian orang — ya. Dalam tinjauan sistematis 2025 di PLOS One, empat dari sepuluh penelitian membahas risiko sesak saat hidung tersumbat. Cleveland Clinic tidak menyarankan menutup mulut dengan plester jika hidung tersumbat, ada alergi kronis, sinusitis, amandel membesar, sekat hidung bengkok, atau masalah jantung.
Apakah plester mulut membantu mengatasi dengkur?
Belum ada data yang meyakinkan: sedikit perbaikan hanya ditemukan dalam dua penelitian kecil pada orang dengan henti napas ringan saat tidur dan hidung yang lega. Dengkur keras bisa menjadi tanda gangguan napas saat tidur, dan plester bisa menutupi masalahnya, jadi untuk dengkur sebaiknya ke dokter.
Bagaimana belajar bernapas lewat hidung saat tidur?
Mulailah dari siang hari: perhatikan cara Anda bernapas saat bekerja dan berjalan, lalu kembali ke napas hidung. Di malam hari membantu tidur menyamping, udara kamar yang cukup lembap, dan strip hidung. Jika hidung terus tersumbat, atasi dulu hal itu bersama dokter.

Baca juga