Rasa kesepian menguras energi: 8 jam tanpa orang lain seperti 8 jam tanpa makan

Redaksi blog ·

Dua sahabat tertawa sambil minum kopi di kafe luar ruangan — rasa kesepian dan energi dari interaksi nyata

Rasa kesepian biasa kita anggap suasana hati yang "nanti hilang sendiri". Namun penelitian menunjukkan: kurang interaksi memukul energi hampir sama kerasnya dengan melewatkan makan siang. Mari kita bahas bagaimana kesepian memengaruhi tubuh, mengapa ia bisa muncul bahkan di tengah orang banyak, dan bagaimana memulihkan hubungan saat tenaga untuk bertemu pun tidak ada.

Tanya jawab

Bagaimana kesepian memengaruhi tubuh?
Menurut komisi WHO, kesepian dan isolasi sosial dikaitkan dengan risiko stroke, penyakit jantung, dan demensia yang lebih tinggi. Dalam jangka pendek, penelitian juga mencatat efek yang lebih sehari-hari: setelah sehari tanpa interaksi, orang merasa kurang berenergi dan lebih lelah.
Mengapa merasa kesepian padahal dikelilingi banyak orang?
Kesepian adalah jarak antara hubungan yang Anda miliki dan hubungan yang Anda butuhkan. Anda bisa bertemu rekan kerja dan keluarga setiap hari, tetapi tidak punya satu pun percakapan di mana Anda benar-benar didengar.
Bagaimana mengatasi kesepian jika tidak punya tenaga?
Mulailah dengan langkah yang sangat kecil: satu pesan sehari, satu telepon seminggu, satu tempat rutin di mana Anda bertemu orang-orang yang sama. Keteraturan di sini lebih penting daripada skalanya.
Apa yang harus dilakukan jika rasa kesepian tidak kunjung hilang?
Jika kesepian bertahan berminggu-minggu, mengganggu tidur atau pekerjaan, atau disertai rasa sedih mendalam dan putus asa, sebaiknya bicarakan dengan dokter atau psikolog. Itu bukan kelemahan, melainkan bentuk merawat diri, sama seperti mengunjungi tenaga ahli lainnya.

Baca juga