Diet Mediterania: apa itu, makanan apa saja, dan cara beralih secara bertahap

Ahli gizi kami ·

Meja dengan sayuran segar, ikan, minyak zaitun, dan roti — diet Mediterania

Diet Mediterania bukan daftar larangan yang ketat, melainkan pola makan yang tenang dengan sayuran, ikan, dan minyak zaitun. Kami bahas dasar-dasarnya, contoh menu seminggu, dan cara beralih tanpa stres.

Diet Mediterania tumbuh dari cara orang di Spanyol, Italia, dan Yunani makan selama berabad-abad: banyak makanan nabati, ikan, minyak zaitun, dan makan siang santai di meja bersama. Para ahli gizi menyukainya karena tidak menuntut menghitung setiap kalori dan cocok dijalani jangka panjang, di kota dan iklim mana pun.

Diet Mediterania itu apa, secara singkat?

Ini adalah pola makan yang dasarnya sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, kacang pohon, biji-bijian kecil, minyak zaitun perasan dingin, rempah daun, dan bumbu. Penelitian mengaitkan pola makan ini dengan faktor risiko jantung yang lebih rendah.

  • Ikan dan makanan laut — minimal 2–3 kali seminggu, terutama ikan berlemak: makarel, haring, sarden, salmon.
  • Minyak zaitun — sumber lemak utama sebagai pengganti mentega dan margarin.
  • Daging merah — jarang dan dalam porsi kecil, lebih sering diganti dengan unggas, ikan, atau buncis dan lentil.
  • Produk susu — secukupnya: yoghurt tawar, keju seperti feta.

Seperti apa menu diet Mediterania selama 7 hari?

Menu seminggu tidak harus rumit — cukup ulangi beberapa pola sederhana. Sarapan: yoghurt dengan buah dan kacang, atau roti gandum utuh panggang dengan tomat dan minyak zaitun. Makan siang: salad sayuran, kacang-kacangan atau ikan dengan biji-bijian (bulgur, beras merah). Makan malam: sayuran panggang, ikan atau ayam, sup lentil. Dua hari dalam seminggu — hari ikan, satu-dua hari — sepenuhnya kacang-kacangan, hari lainnya — unggas, telur, dan keju. Ide lain tentang lemak ada di artikel “Lemak sehat dalam pola makan” dan “Omega-3”.

Makanan diet Mediterania: bagaimana beralih secara bertahap?

  • Ganti roti putih dan pasta dengan versi gandum utuh, cobalah bulgur atau farro — ini saran para ahli Mayo Clinic.
  • Sebagai pengganti mentega di roti — sedikit minyak zaitun yang harum.
  • Upayakan 7–10 porsi sayur dan buah per hari: mulailah dengan satu porsi tambahan di setiap waktu makan.
  • Setidaknya dua kali seminggu, makanlah dengan santai di meja bersama orang-orang terdekat — ini juga bagian dari tradisi yang dibahas di artikel “Kebiasaan orang berumur panjang”.

Piring Mediterania adalah dasar yang baik untuk energi yang stabil. Jika ingin melengkapinya dengan ritual pagi dan malam, lihatlah minuman Cellergize: menurut perusahaan, minuman pagi mengandung vitamin dan mineral, sedangkan minuman malam mengandung L-theanine, taurin, dan magnesium. Bagi yang memikirkan pemulihan dan hidup aktif setelah usia 40, patch X39 mungkin menarik — menurut perusahaan, patch ini mendukung produksi alami peptida GHK-Cu.

Tanya jawab

Bolehkah makan daging dalam diet Mediterania?
Boleh, tetapi daging merah di sini lebih merupakan pengecualian: biasanya diganti dengan ikan, unggas, atau kacang-kacangan, dan jika dimakan, pilihlah potongan tanpa lemak dalam porsi kecil.
Apakah wajib minum anggur?
Tidak. Anggur dalam pola makan ini adalah bagian yang tidak wajib. Bagi yang tidak minum alkohol, tidak perlu memulainya demi kesehatan, dan bagi yang minum — tidak lebih dari satu porsi sehari dan tidak setiap hari.
Apakah diet Mediterania cocok untuk menurunkan berat badan?
Ini terutama adalah pola makan, bukan diet singkat untuk menurunkan berat badan. Banyak sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh membantu Anda kenyang lebih lama, tetapi hasilnya bergantung pada pola makan secara keseluruhan dan aktivitas.

Baca juga