Serat dan pencernaan: berapa banyak yang dibutuhkan dan dari mana mendapatkannya

Ahli gizi kami ·

Sayuran, roti gandum utuh, dan sereal — sumber serat dalam pola makan

Rasa berat setelah makan, buang air besar yang tidak teratur, dan rasa lapar yang terus-menerus sering kali berkaitan dengan kurangnya serat dalam pola makan. Kami bahas berapa banyak yang dibutuhkan dan cara menambahkannya tanpa ketidaknyamanan yang tiba-tiba.

Serat adalah bagian dari makanan nabati yang tidak dicerna oleh tubuh, tetapi sangat penting bagi kerja usus, rasa kenyang, dan kadar gula darah. Kekurangan serat adalah salah satu masalah pola makan manusia modern yang paling umum sekaligus paling mudah diatasi.

Berapa banyak serat yang dibutuhkan per hari

Patokan standarnya adalah sekitar 25–30 g serat per hari untuk orang dewasa. Menurut perkiraan para ahli, sebagian besar orang mendapatkan jumlah yang jauh lebih sedikit dari patokan ini, karena lebih banyak mengonsumsi makanan olahan dengan sedikit serat nabati.

Serat larut dan tidak larut

Serat larut (oatmeal, apel, kacang-kacangan) memperlambat penyerapan gula dan membantu mengendalikan kadar kolesterol. Serat tidak larut (biji-bijian utuh, sayuran, dedak) menambah volume tinja dan mempercepat pergerakan makanan melalui usus. Kedua jenis serat ini bermanfaat dalam pola makan.

Sumber serat terbaik

  • kacang-kacangan — lentil, kacang merah, kacang arab;
  • biji-bijian utuh dan roti gandum utuh;
  • sayuran, terutama dengan kulit dan batangnya;
  • buah — pir, apel, beri;
  • biji chia dan biji rami.

Cara menambah serat tanpa kembung

Lonjakan tiba-tiba jumlah serat adalah penyebab umum ketidaknyamanan pada perut. Tambahkan serat secara bertahap selama 2–3 minggu, dan pastikan meningkatkan jumlah air yang diminum: tanpa cairan yang cukup, serat justru bisa memperlambat kerja usus. Menjaga kebiasaan minum air sepanjang hari lebih mudah dengan botol X2O — botol ini mengingatkanmu untuk minum secara teratur, yang sangat penting saat beralih ke pola makan dengan lebih banyak serat.

Serat adalah salah satu unsur pola makan yang paling diremehkan: ia berpengaruh langsung pada pencernaan, rasa kenyang, dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Mulailah dengan menambahkan kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan sayuran secara bertahap — dan jangan lupakan air. Selengkapnya tentang kerja usus secara keseluruhan, baca di artikel "Usus dan Kondisi Tubuh".

Tanya jawab

Berapa banyak serat yang harus dimakan per hari?
Rekomendasi umum adalah sekitar 25–30 g per hari untuk orang dewasa. Sebagian besar orang sebenarnya hanya mengonsumsi 1,5–2 kali lebih sedikit dari jumlah ini.
Mengapa serat kadang menyebabkan kembung?
Paling sering karena peningkatan jumlahnya yang terlalu tiba-tiba dalam pola makan. Mikrobiota usus butuh waktu untuk beradaptasi, sehingga serat sebaiknya ditambahkan secara bertahap sambil minum cukup air.
Makanan apa yang paling banyak mengandung serat?
Kacang-kacangan, biji-bijian utuh, sayuran, buah dengan kulitnya, kacang dan biji-bijian. Serat sangat banyak terdapat pada lentil, oatmeal, brokoli, pir, dan biji chia.

Baca juga