Diet anti inflamasi tanpa fanatisme: makan apa agar tidak mudah lelah

Diet anti inflamasi adalah istilah populer yang di baliknya ada pola makan yang cukup sederhana dan banyak diteliti. Kita bahas makanan apa saja yang masuk daftar, apa yang perlu dikurangi lebih dulu, kenapa kunyit bukan penyelamat, dan bagaimana menyusun menu seminggu tanpa bahan eksotis dan larangan ketat.
Tanya jawab
Diet anti inflamasi adalah apa?
Ini pola makan yang menekankan sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, kacang, dan minyak zaitun, serta membatasi makanan manis, daging olahan, dan makanan siap saji. Tidak ada satu rencana ketat — yang lebih penting adalah keragaman dan keteraturan.
Makanan anti inflamasi apa saja?
Paling sering — sayur dan beri berwarna cerah, oat dan biji-bijian utuh lain, buncis dan lentil, ikan berlemak, kacang, biji-bijian, minyak zaitun, teh, kopi, cokelat hitam, serta rempah seperti jahe dan kunyit.
Apa yang tidak boleh dimakan saat diet anti inflamasi?
Tidak ada larangan kaku, tetapi yang pertama perlu dikurangi adalah minuman manis dan permen, roti putih dan kue kemasan, sosis dan daging olahan, gorengan, serta makanan siap saji.
Bagaimana menyusun menu diet anti inflamasi untuk seminggu?
Paling mudah menyusun piring dengan satu aturan: setengah sayur, seperempat biji-bijian utuh atau kacang-kacangan, seperempat protein, ditambah sedikit minyak yang baik atau kacang. Menu siap 7 hari dan daftar belanja ada di PDF artikel ini.